Press "Enter" to skip to content

ILMU PENGUKURAN TANAH

PT. Genta Dian Pratama 0

ILMU PENGUKURAN TANAH –  artikel ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendukung Survei dan Pemetaan Dalam Rangka Percepatan Pendaftaran Tanah.

A.Pengukuran Tanah (Surveying)

Genta Dian Pratama – Pengukuran didefinisikan sebagai seni penentuan posisi relatif pada, di atas, atau di bawah permukaan bumi, berkenaan dengan pengukuran jarak-jarak, sudut-sudut, arah-arah baik vertikal mau pun horisontal.

Seorang yang melakukan pekerjaan pengukuran ini dinamakan Surveyor. Dalam keseharian kerjanya, seorang surveyor bekerja pada luasan permukaan

bumi terbatas. Meskipun demikian, Ia adalah pengambil keputusan apakah bumi ini dianggap datar atau melengkung dengan mempertimbangkan sifat, volume pekerjaan dan ketelitian yang dikehendaki.

Tujuan pengukuran tanah  – antara lain – menghasilkan ukuran-ukuran dan kontur permukaan tanah, misalnya untuk persiapan gambar-rencana (plan) atau peta, menarik garis batas tanah, mengukur luasan dan volume tanah, dan memilih tempat yang cocok untuk suatu proyek rekayasa.

Baik gambar-rencana maupun peta merupakan representasi grafis dari bidang horisontal. Yang pertama ber-skala besar sedangkan yang terakhir ber-skala kecil.

Skala didefinisikan sebagai perbandingan tetap antara jarak lokasi di peta dengan di permukaan bumi. Skala 1 : 500, artinya satu unit jarak di lapangan sama dengan 500 x unit jarak di peta. Sering, pemilihan skala pada proyek tertentu bergantung pada kerangka yang telah ada atau kepraktisan dalam membawanya. ILMU PENGUKURAN TANAH

B.Instrumen survei di masa lalu

Sejarah perkembangan survei pengukuran tidak terlepas dari ilmu-ilmu astronomi, astrologi dan matematika. Awalnya, matematika dikembangkan untuk keperluan praktis dalam kehidupan masyarakat masa itu.

Orang-orang Mesir, Yunani dan Romawi menggunakan prinsip-prinsip pengukuran (surveying) dan matematika untuk pematokan batas-batas kepemilikan tanah, penempatan (stake out) bangunan-bangunan publik, pengukuran dan penghitungan luas tanah.

Hubungan yang erat antara matematika dan ukur tanah nampak dari istilah-istilah matematika; geometri; yang menurut bahasa latin berarti pengukuran bumi. Istilah lain yang terkait adalah geometronics yang digunakan pada pengukuran dan pemetaan.

Surveyor-suveyor Roma disebut juga Gromatici karena menggunakan groma (Gambar 1) dalam pengukurannya. Tujuan utama pengukuran saat itu adalah untuk membuat sudut dua garis satu dengan lainnya di permukaan tanah. Chorobates adalah nama yang diberikan pada instrumen sipatdatar, terbuat dari kayu sepanjang 20 ft, di tengahnya diberi lubang (groove) sedalam 1 inc dan sepanjang 5 ft. ILMU PENGUKURAN TANAH

Jika gelembung berada di tengah-tengah dan tetap, garis horisontal telah terbentuk.

Teleskop ditemukan oleh Lippershey pada 1607. Penemuan ini mempunyai andil besar terhadap perkembangan peralatan survei dalam hal peningkantan ketelitian dan kecepatan pengukuran.

Pada 1631, Pierre Vernier, orang Perancis mempublikasikan penemuan instrumen, dinamakan (vernier), yang sekarang digunakan sebagai alat pembagian skala yang akurat.

Sebelum teleskop digunakan untuk pengukuran sudut, orang banyak menggunakan peep sight sebagai garis bidik yang bayak digunakan pada survei tambang dan survei tanah (Gambar 1), instrumen tersebut dinamakaan circumferentor.

Dua orang Amerika, Draper dan Young, 1830, merancang instrument pengukuran sudut yang dapat diputar pada sumbunya tanpa harus melepaskannya.

Instrumen ini sekarang dinamakan transit. Transit sebenarnya suatu istilah yang untuk teodolit yang teleskopnya dapat diputar 1800 terhadap sumbu horisontalnya sehingga posisinya menjadi berlawanan. Lawannya adalah teodolit nontransit yang teleskopnya tidak dapat diputar 1800.

Ilmu pengukuran tanah
gb1. groma

Sejak saat itu, peralatan mengalami perubahan-perubahan dan mempunyai andil yang besar dalam perkembangan survei (Gambar 3 s.d Gambar 5).

Transit atau teodolit adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur sudut-sudut horisontal dan vertikal. Di Eropa, mula–mula dipakai istilah ‘transit teodolit’ untuk jenis instrumen ukur ini. Namun pada perkembangannya, orang-orang Eropa menyebutnya sebagai ‘teodolit’ saja sedangkan orang-orang Amerika meyebutnya sebagai ‘transit’ sajaILMU PENGUKURAN TANAH

Dari kenampakannya, transit lebih terbuka, lingkaran logamnya dapat dibaca melalui nonius sedangkan teodolit mempunyai kenampakan yang tertutup. Teodolit mempunyai beberapa keuntungan yaitu lebih ringan, mudah dibaca, dll sehingga mampu mendominasi keberadaan transit ala Amerika. Selanjutnya, buku ini menggunakan isitilah teodolit.

Teodolit ditemukan oleh Roemer, seorang Astronom Denmark, pada 1690. Sekitar se-abad kemudian, instrumen astronomi itu digunakan untuk keperluan surveying. Pada 1893, diadakan penambahan-penambahan pada bagian-bagian instrumen prototipe itu sehingga dimungkinkan dipakai pengukuran-pengukuran lainnya dalam kaitannya dengan pengukuran sudut-sudut vertikal dan horisontal.

Karena sekarang ini teodolit banyak digunakan untuk berbagai keperluan; antara lain untuk mengukur sudut horisontal dan vertikal, membuat garis lurus, mengukur bearing, mengukur jarak horisontal dan vertikal, menentukan arah utara; teodolit sering disebut instrumen universal.

Atas dasar fasilitasnya teodolit dibagi menjadi: teodolit vernier sederhana, teodolit mikrometer, teodolit optik (glass arc) dan teodolit elektronik. Dua jenis yang pertama sudah jarang digunakan. Teodolit modern saat ini adalah tipe optik dan digital.

Teodolit modern bersifat kompak, ringan, sederhana dan tahan banting. Bagian-bagian dan skalanya tertutup, kedap debu dan kelembaban. Ukuran teodolit ditentukan oleh piringan bawahnya. Sebagai contoh, 20 cm teodolit berarti diameter piringan bawahnya adalah 20 cm. Atas dasar itu, ukuran teodolit bervariasi antara 8 sampai dengan 25 cm.

C.Klasifikasi Survey

Pengklasifikasian survei tidak bersifat mutlak, mungkin ada perbedaan-perbedaan objek dan prosedur yang saling tumpang tindih. Secara garis besar survei dibedakan berdasarkan:

1.akurasi yang diinginkan

2.metode penentuan posisi

3.instrumen yang digunakan

4.tujuan survey

5.tempat pengukuran

a. Survei atas dasar akurasi

1)Survei planimetris.

Survei yang berasumsi bahwa permukaan bumi mendatar atau tidak melengkung. Kenyataannya, permukaan bumi melengkung. Survei ini berasumsi:

a)Garis level (level line) dianggap sebagai garis lurus, oleh sebab itu garis unting-unting (plumb line) di suatu titik dianggap paralel dengan di titik lainnya.

b)Sudut yang dibentuk oleh kedua garis semacam itu merupakan sudut pada bidang datar bukan sudut pada bidang bola.

c)Meridian yang melalui dua garis berupa garis paralel.

Dengan asumsi itu, survei ini cocok bagi pengukuran yang tidak terlalu luas. Sebagai gambaran, untuk panjang busur 18,5 km, kesalahan yang terjadi 1,52 cm lebih besar. Selisih sudut pengukuran segitiga datar dan bola hanya 1” untuk rata- rata luasan 195,5 km2.

Survei planimetris ini tidak digunakan untuk proyek-proyek luasan besar seperti pabrik-pabrik, jembatan, dam, kanal, jembatan layang, rel kereta dsb, dan tidak juga untuk menentukan batas-batas.

2)Survei geodetis. Survei ini memperhitungkan bentuk bumi yang melengkung dan melakukan pengukuran jarak-jarak dan

sudut-sudut ketelitian tinggi. Survei ini diterapkan untuk lokasi yang luas. Penghitungan-penghitungan pada survei ini didasarkan pada ilmu geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk dan dimensi bumi, yang merupakan bagian dari prinsip-prinsip dan prosedur-prosedur matematis untuk penentuan posisi titik-titik di permukaan bumi. Boleh jadi, rentang jarak titik-titik itu antara benua satu dengan lainnya.

Berbeda dengan survei planimetris, survei geodetis menganggap garis yang menghubungkan dua titik berupa lengkungan. Panjang garis antar dua titik dikoreksi akibat kurva dan diplotkan pada bidang datar.

Sudut-sudut yang terbentuk sebagai perpotongan garis-garis adalah sudut-sudut bola. Untuk maksud semua itu, diperlukan keterpaduan pekerjaan lapangan dan pertimbangan penghitungan-penghitungan matematis.ILMU PENGUKURAN TANAH

Survei geodetis sering digunakan untuk pengadaan titik-titik kontrol teknologi ruang angkasa (spaced control points) yang selanjutnya akan digunakan untuk titik-titik ikat bagi titik-titik minor pada survei planimetris. Di Indonesia titik-titik ini banyak diadakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan sebagian lagi diadakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

2.Survei atas dasar metode penentuan posisi

Atas dasar metode penentuan posisi titik di permukaan bumi dibedakan antara terestris dan ekstraterestris. Metoda terestris dilakukan berdasarkan pengukuran dan pengamatan yang semuanya dilakukan di permukaan bumi.

Metoda ekstraterestris dilakukan berdasarkan pengukuran dan pengamatan dilakukan ke objek atau benda angkasa, baik yang alamiah (bulan, bintang, quasar) maupun yang buatan (satelit).

Ada berbagai metoda ekstraterestris yang dikenal selama ini: astronomi geodesi, fotografi satelit, SLR (Satellite Laser Ranging) ,LLR (Lunar Laser Ranging), VLBI (Very Long Baseline Interferometry) , Transit (doppler) dan GPS (Global Positioning System).

3.Survei atas dasar instrumen

a.Survei chain. Survei ini dilakukan pada luasan yang sempit-terbuka dan pekerjaan lapangannya hanya dilakukan dengan pengukuran-pengukuran linear (jarak-jarak dengan alat meteran).

Kelemahannya: survei sulit dilakukan pada tempat yang banyak hambatan seperti pepohonan dan sulit dilakukan pada tempat-tempat padat. Survei ini direkomendasikan untuk perencanaan pembangunan gedung, jalan, irigasi dan saluran limbah.ILMU PENGUKURAN TANAH

b.Survei traverse. Istilah traverse digunakan untuk pengukuran yang melibatkan pengukuran jarak-jarak dengan meteran atau chain, arah-arah dan sudut-sudut dengan kompas, atau teodolit. Kecepatan dan akurasi traverse bergantung pekerjaan lapangannya.

Sebagai contoh, pada pengukuran batas dirancang pengukuran dengan traverse terbuka. Sementara itu, untuk pengukuran daerah yang padat dirancang pengukuran traverse tertutup. Survei traverse cocok untuk proyek-proyek besar seperti pembangunan waduk atau dam. Survei ini identik dengan survei poligon karena alat yang digunakannya pun sama.

c.Survei tacimetri. Istilah ini digunakan untuk survei-survei yang menggunakan metoda pengukuran jarak-jarak horisontal dan vertikal dengan pengamatan rambu melalui teodolit berteleskop khusus yang dilengkapi benang-benang stadia dan lens.lensa analitis.

Metoda ini sangat berguna bagi lokasi sulit jangkau dalam melekukan pengukuran jarak horisontal langsung. Metoda ini cocok untuk membuat kontur bagi pembangunan perumahan, bendungan dsb.

d.Survei Penyipat datar (leveling). Istilah ini digunakan untuk survei pengukuran ketinggian vertikal relatif titik-titik dengan suatu sipatdatar (waterpass) dan rambu.

Dalam perencanaan proyek konstruksi, dari mulai bangunan kecil sampai dengan bendungan, penting diukur kedalaman galian pondasi, transis, urugan dsb. Hal ini hanya mungkin dilakukan dengan baik dengan mengukur tinggi relatif permukaan tanah dengan penyipatdatar.

e.Plane tabling. Istilah ini digunakan untuk pengukuran grafis yang dilakukan secara serentak antara pekerjaan lapangan dan ploting. Klinometer (alat ukur lereng), bersama plan table ini, digunakan untuk pengeplotan garis-garis.ILMU PENGUKURAN TANAH

kontur. Keuntungan survei ini, kecil kemungkinan dijumpai data pengukuran yang tertinggal atau terlupakan karena dilakukan ploting langsung di lapangan sedangkan kelemahannya: tidak direkomendasikan pada medan beriklim lembab.

f.Survei Triangulasi. Jika akan dilakukan pengembangan wilayah, survei triangulasi diadakan. Wilayah itu dibagi-bagi menjadi jaringan segitiga-segitiga (Gambar 6). Beberapa sisi-sisi dipilih dan diukur secara teliti yang disebut baseline. Semua sudut diukur dengan transit. Kemudian garis-garis lainnya dihitung melalui dat.data ukuran baseline dan sudut-sudut dikoreksi dengan rumus-rumus sinus.

4.Survei atas dasar tujuan

a.Survei rekayasa. Survei dilakukan untuk penyediaan data yang lengkap untuk desain rekayasa, seperti: jalan layang, rel kereta, saluran air, saluran limbah, bendungan, jembatan, dsb. Survei ini terdiri atas tahap-tahap: survei topografi, pengukuran kerja lapang, penyediaan spesifikasi kualitas, dan pelaksanaan pengukuran sampai pekerjaan selesai. Survei ini, sering juga disebut survei konstruksi.

b.Survei pertahanan. Survei ini menjadi bagian sangat penting bagi militer. Hasil survei ini akan menyediakan informasi strategis yang dapat dijadikan putusan kebijakan jalannya peperangan.

Peta- peta, foto udara dan topografi mengindikasikan jalur-jalur penting, bandara, pabrik-pabrik, tempat peluncuran rudal, pemantau atau radar, posisi penangkis serangan udara, dan kenampakan- kenampakan topografis lainnya dapat disiapkan melaui survei ini. ILMU PENGUKURAN TANAH

Pengukuran tanah – Foto udara dapat menyediakan informasi penting tentang konsentrasi dan pergerakan pasukan-pasukan atau peralatan perang. Informasi ini berguna untuk perencanaan strategis dan taktis untuk tetap bertahan atau menyerang. Pada Gambar 7 ditunjukkan seorang prajurit yang sedang melakukan pengukuran dengan teodolit

c.Survei geologi. Survei ini dilakukan baik dipermukaan maupun sub-permukaan bumi untuk menentukan lokasi, volume dan cadangan mineral-mineral dan tipe-tipe batuan. Dengan penentuan perbedaan struktur, seperti lipatan-lipatan, patahan-patahan dan keganjilan-keganjilan formasi, dapat ditentukan kemungkinan adanya mineral-mineral berharga.ILMU PENGUKURAN TANAH

d.Survei geografi. Survei ini dilakukan untuk penyediaan dat.data dalam rangka pembuatan peta-peta geografi. Peta-peta itu mungkin dipersiapkan untuk efisiensi atau analisis tataguna tanah, sumber dan itensitas irigasi, lokasi-lokasi fisiografis termasuk air terjun, drainase permukaan, kurva kemiringan, profil kemiringan dan kontur, juga termasuk keadaan geologisnya secara umum.

e.Survei tambang. Suatu survei diperlukan juga pada permukaaan maupun bawah permukaan. Survei ini terdiri atas survei topografi terhadap kepemilikan tambang dan pembuatan peta-peta permukaan, pembuatan peta-peta bawah tanah untuk mendelineasi secara menyeluruh pekerjaan dan konstruksi rencan.rencana bawah tanah, penetapan posisi dan arah terowongan, lubang udara, arah aliran dsb, dan persiapan peta geologisnya. Pada survei ini digunakan gyro (Gambar 8). ILMU PENGUKURAN TANAH
Gambar 8. Gyro.

f.Survei arkeologi. Survei ini dilakukan untuk pengungkapan relik-relik (barang peninggalan) antik, peradaban, kerajaan, kota, kampung, benteng, candi dsb, yang terkubur akibat gempa bumi, longsor, atau bencana lainnya, dan semuanya itu dilokalisir, ditandai dan diidentifikasi. Eksavasi di lokasi membantu kita merefleksikan sejarah, budaya dan perkembangan jaman. Hasil-hasil survei ini membantu merumuskan kaitan-kaitan evolusi peradaban dan manusia.

g.Survei route. Survei ini dilakukan untuk menempatkan dan mengeset garis-garis di permukaan tanah untuk keperluan jalan raya, rel kereta dan untuk mengambil dat.data yang perlu. Secara garis besar, urutan survei ini: (1) Survei pendahuluan, dilakukan untuk memperoleh pet.peta terkait, atau bila perlu dilakukan survei secara kasar, (2) survei awal, yaitu survei topografi untuk mendapatkan lokasi kenampakan-kenampakan, bila perlu dengan pemotretan udara. ILMU PENGUKURAN TANAH

(3) survei kontrol, berupa triangulasi atau traverse (poligon) dan (4) survei lokasi, yaitu penempatan titik-titik di lapangan.

5.Survei atas dasar tempat

a.Survei tanah. Beberapa contoh survei ini di antaranya adalah pengukuran garis batas tanah, penentuan jarak dan asimutnya, pembagian tanah atas dasar bentuk, ukuran, penghitungan luas, pemasangan patok batas bidang tanah dan penentuan lokasinya. Yang termasuk survei ini adalah survei topografi, survei kadastral dan survei perkotaan.ILMU PENGUKURAN TANAH

Survei topografi menghasilkan peta yang menggambarkan perbedaan-perbedaan permukaan tanah dari hasil pengukuran elevasi dan menggambarkan lokasi kenampakan-kenampakan alam atau buatan manusia (detail-detail). Survei kadastral disebut juga survei tanah publik, yaitu survei batas-batas bidang tanah, rumah-rumah dan properti lainya yang dilakukan di perdesaan maupun perkotaan.

Survei perkotaan hamper sama dengan survei kadastral kecuali dalam hal penyesuaian pengukuran dilakukan proporsional dengan harga tanah tempat survei dilakukan.ILMU PENGUKURAN TANAH

b.Survei hidrografi. Survei ini berkaitan dengan badan air, seperti sungai, danau, perairan pantai, dan pengambilan dat.data garis pasang surut (pantai) dari badan-badan air tersebut. Selain itu, termasuk dalam survei ini adalah penentuan bentuk permukaan di bawah air untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi navigasi (pelayaran), keperluan air, kontruksi bangunan air, dsb.

c.Survei bawah tanah. Survei ini dipersiapkan untuk perencanaan bawah tanah, penempatan titik-titik, dan arah terowongan, lubang udara, arah aliran, dsb. Termasuk di dalamnya adalah pekerjaan tranformasi koordinat dan bearing dari baseline permukaan tanah ke baseline bawah tanah. Salah satu contohnya: survei tambang.ILMU PENGUKURAN TANAH

d.Survei udara. Survei ini dilakukan dengan pemotretan dari pesawat berkamera (Gambar 9). Survei ini sangat berguna untuk pengadaan peta skala besar. Meskipun survei ini mahal, direkomendasikan untuk proyek-proyek pengembangan wilayah, karena survei dari permukaan tanah lambat dan sulit dilakukan bagi wilayah yang padat dan rumit.ILMU PENGUKURAN TANAH

Gambar 9. Jalur Penerbangan Pada Survei Udara

D.Kompetensi Surveyor

Kompetensi surveyor adalah kemampuan minimal surveyor yang wajib dimilikinya agar dapat bekerja dengan baik dan profesional, meliputi pengetahuan akademik, ketrampilan teknis dan karakternya. Ketiga komponen itu saling mendukung dalam diri surveyor dalam menghadapi pekerjaan yang berat di lapangan.

Surveyor kompeten harus memiliki pengetahuan tentang teori-teori pengukuran tanah dan ketrampilan-ketrampilan praktis. Pada pengukuran planimetris banyak digunakan geometri, aljabar dan trigonometri. Pengetahuan itu, khususnya trigonometri, wajib diberikan sejak awal kepada calon surveyor pemula. Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan kantor pada survei geodetis memerlukan pelatihan hitungan-hitungan khusus lanjut yang lebih rumit.ILMU PENGUKURAN TANAH

Untuk kesuksesan kerjanya, karakter dan pola fikir surveyor merupakan faktor-faktor potensial yang lebih penting daripada sekedar pengetahuan-pengetahuan teknis. Surveyor harus bisa memutuskan sesuatu dengan tepat dan rasional.

Dia harus memiliki kendali emosi, cepat tanggap terhadap rekan-rekan kerjanya, membantu anak buahnya dan memperhatikan keperluan-keperluan kerja rekan-rekannya itu. Dengan semua itu, dia merasa belum puas terhadap hasil kerjanya kecuali diperoleh hasil akurat yang telah secara seksama dilakukan pengecekan-pengecekan.ILMU PENGUKURAN TANAH

Dengan hanya membaca buku, seorang surveyor tidak akan dapat mengembangkan ketrampilan dan kemampuan memutuskan, selain itu kemungkinannya dapat menggapai kepuasan kinerja menjadi rendah. Kecakapan bekerja hanya akan bisa terwujud hanya dengan pelatihan-pelatihan lapangan yang rutin dan pembimbingan oleh surveyor- surveyor profesional.

Hal penting lain yang harus dimiliki oleh seorang surveyor adalah kemampuan bertahan-kerja di bawah tekanan alam dan kelelahan fisik. Keselamatan kerja dan alat-alat survei juga merupakan hal yang harus diperhatikan.

F.Praktik Pengukuran tanah Dan Catatan Lapangan

Meskipun nampaknya teori survei planimetris sederhana, Praktiknya di lapangan tidak mudah bahkan sangatlah rumit. Oleh sebab itu, pelatihan-pelatihan kepada calon surveyor hendaknya dilakukan dengan arahan yang baik meliputi keseluruhan kompetensi metod.metoda lapangan, instrumen-instrumen yang terkait, dan pekerjaan-pekerjaan kantor.ILMU PENGUKURAN TANAH

Perlu diketahui, permasalahan survei bisa diatasi dengan metod.metoda pengamatan yang berbeda dan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang berbeda. Jelasnya, pengukuran dua batas pojok bidang tanah dapat dilakukan dengan metoda perkiraan, dengan langkah, dengan stadia, dengan meteran, dengan pengukur jarak elektronik (EDM), atau satelit GPS. ILMU PENGUKURAN TANAH

Dari beberapa metode itu, terdapat satu metode terbaik yaitu yang hemat waktu, dana dan tidak mengejar ketelitian tinggi yang memang tidak diperlukan. Namun, perlu diwaspadai, survei dikatakan gagal jika tidak memenuhi ketelitian standar yang diinginkan.

Seorang surveyor harus mengetahui keseluruhan kerugian dan keuntungan metod.metoda pengamatan yang

berbed-beda dan juga keterbatasan-keterbatasan instrumen. Umumnya, waktu dan dana terbatas. Oleh karena itu, seorang surveyor harus mampu memilih metoda yang menghasilkan akurasi yang cukup untuk maksud survei tertentu.ILMU PENGUKURAN TANAH

Dengan kata lain, seorang surveyor yang baik bukan seseorang yang dapat melakukan pengukuran tanah secara teliti, tetapi seseorang yang dapat memilih dan menerapkan pengukuran yang cocok dengan syarat-syarat ketelitian bagi tujuan pengukurannya.

Catatan lapangan merupakan bagian penting yang perlu perhatian lebih. Para surveyor seharusnya menyadari sejak awal, kualitas pekerjaan bergantung pada catatan-catatan lapang itu. Pencatatan seharusnya menyajikan hasil-hasil pengukuran yang handal dan informasi- informasi lain yang ada di lapangan.ILMU PENGUKURAN TANAH

Oleh sebab itu, pencatatan hendaknya hanya dilakukan di lapangan, tidak cepat rusak, terbaca, lengkap dan satu penafsiran. Kertas yang digunakan harus yang baik dan digunakan pensil jenis keras-menengah (3H-4H) yang rucing sehingga dapat ditekan pada kertas.

Pencatatan harus dilakukan di lapangan. Mungkin suatu kali kita mencatat hasil ukuran pada kertas lepas yang kemudian disalin kembali, mungkin kita menggunakan memori perekaman khusus, car.cara itu berbermanfaat, namun semua itu bukanlah catatan lapangan. Keabsahan dan kehandalan catatan lapang selalu disangsikan kecuali telah dituliskan pada waktu dan tempat ketika dat.data ukuran itu diperoleh.

Untuk mewujudkan dokumen yang lengkap, pencatatan seharusnya mencatat semua data dan sekaligus interpretasinya untuk menjawab pertanyaan yang mungkin muncul pada saat survei yang dilakukan. Pencatatan tidak akan lengkap, jika surveyor tidak sadar akan kegunaan data.ILMU PENGUKURAN TANAH

aData tidak hanya digunakan saat itu saja tetapi juga di masa mendatang. Sering pengukuran kembali dilakukan setelah beberapa tahun berlalu dengan kondisi fisik yang telah berubah, misalnya pengembalian batas tanah. Catatan asli yang lengkap merupakan hal penting untuk tujuan itu, jika tidak lengkap catatan itu tak sia-sia.ILMU PENGUKURAN TANAH

Supaya bermanfaat, catatan lapang harus terbaca. Untuk itu, tidak hanya kejelasan penulisanya tetapi juga bentuk hurufnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencatatan lapangan, adalah:

1.Dilarang melakukan penghapusan. Jika ada kesalahan cukup dicoret dengan sau garis, kemudian data yang benar dituliskan di atas data aslinya. Penghapusan akan mengurangi keabsahan data ukuran;

2.Gunakan singkatan atau simbol supaya ringkas, tetapi pastikan petugas kantor mengerti maksudnya;

3.Pastikan indeks diisi, nomor halaman (“halaman 2 dari 17”), hari, tanggal, nama surveyor, nama pencatat, instrumen yang digunakan, lokasi, dan cuaca yang mungkin mempengaruhi hasil ukuran.

4.Tidak perlu ragu, gunakan narasi untuk menjelaskan aspek-aspek penting dari proyek survei;

5.Gunakan selalu sumber data asli dalam memulai dan mengakhiri survei. Pengecekan berbagai sumber data sangatlah berguna.

6.Catat data sesuai dengan format formulirnya. Contoh, jika dikehendaki sudut defleksi yang diukur, jangan menulisnya melalui sudut kanan yang ditransformasi.

 

ILMU PENGUKURAN TANAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *